SETIA TU BISA
July 29th, 2008 by ayidKesetiaan
Kesunyian mengikuti langkah kaki sang malam
Setia menanti dari ujung senja hingga diperaduan
Meski berselimutkan kedinginan
Dengan diiringi hymne kesunyian
dan hanya bersandar pada rasi bintang
Kesunyian tetap menggenggam jemari sang malam
Dengan langkah perlahan menyusuri sungai kehidupan
Melewati lembah, singgah di puncak gunung
Terbawa angin kedesa-desa
Terseret ombak ketengah samudra
Kadang hujan gerimis menemani, bahkan hujan badai sekalipun
Hembusan topan mendorong kekota besar
Berbaur dengan hiruk pikuk kehidupan
Kesunyian tetap setia mendampingi sang malam
Meski ada saatnya kemesraan itu terganggu
oleh gemuruh halilintar
dan hingar bingar kota besar
Setianya kesunyian pada sang malam
tetap tak tergoyahkan
sight-cla10
Serpong, 11-01-’03
00.15 wib
Keabadian
Kuresapi dan kunikmati sunyinya malam
Kurengkuh kegelapan dalam pelukan
Kurasakan hembusan nafasnya
Dan kucium harum aroma rambutnya
Aku pungut serpihan-serpihan bintang
Kutancapkan kedada bumi
Agar menjadi bunga kehidupan
Kureguk air suci keabadian
Dari sungai kehidupan yang dialirkan
Aku kumpulkan debu suci dari setiap perjalanan
Kugenggam dan kusatukan menjadi harapan
Yang sempat terkoyak duri tajam
Mengganggu langkah kaki disepanjang jalan
Kurangkai setiap kelopak bunga kehidupan
Menjadi untaian kalung keyakinan
Kusematkan didada dan kepala
Kusatukan kedalam nadi, mengalir bersama darah
Membalut tubuh dan jiwa
Membimbingku meresapi sunyinya malam
Menuntunku tuk memeluk kegelapan
Didalam mencari arti kehidupan.
sight-cla10
Sepong, 11 januari 2003
00.35 wib
Rembulan
Kembali aku terbentur
Didinding kesunyian
Hanya bisikan angin malam
Singgah dan lewat di telinga
Lagi aku terjatuh
Ditikam gelora rindu
Menyeruak dari dalam kalbu
Menyumpah serapah pada waktu
Kuamati detak detik jarum jam
Sepertinya teramat lambat
Ingin kuputar dan kupacu
Jarak dan lari sang waktu
Meski terasa begitu lama
Aku kan selalu setia
Menanti rembulan yang kurindu
Menyinari ruang kalbuku.
sight.cla10
serpong, 12 Oktober 1999
19.35 wib.